Respon Biologis Ikan Patin (Pangasius djambal) dan Kualitas Air Pada Sistem Akuaponik Dengan Variasi Dosis Eco Enzyme Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.26877/xfej4v93Keywords:
akuaponik, eco enzyme, ikan patin, kualitas airAbstract
Abstrak – Ikan patin (Pangasius djambal) merupakan komoditas air tawar yang kinerja budidayanya dipengaruhi oleh kualitas media pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kelangsungan hidup, pertambahan panjang, pertambahan bobot, dan kualitas air pada tiga kolam akuaponik dengan dosis eco enzyme berbeda. Pemeliharaan berlangsung selama 90 hari menggunakan tiga kolam, masing-masing berisi 100 ekor ikan. P0 tidak menerima eco enzyme, sedangkan P1 dan P2 masing-masing menerima 1,0 dan 1,5 mL/L. Karena setiap perlakuan hanya diterapkan pada satu kolam, data dianalisis secara deskriptif dan tidak digunakan untuk menyimpulkan pengaruh kausal. Untuk menyesuaikan catatan persentase kelangsungan hidup dengan jumlah awal 100 ekor per kolam, jumlah ikan hidup akhir direkonstruksi menjadi 98 ekor pada P0, 97 ekor pada P1, dan 99 ekor pada P2; rekonstruksi ini perlu diverifikasi menggunakan catatan mortalitas asli. Pada hari ke-90, panjang akhir rata-rata berturut-turut adalah 18,46; 17,63; dan 19,49 cm, sedangkan bobot akhir rata-rata adalah 57,86; 52,42; dan 61,85 g. Pertambahan panjang dan bobot tertinggi secara deskriptif terdapat pada P2, sedangkan P1 menunjukkan nilai terendah. Namun, amonia pada P2, nitrit pada seluruh kolam, nitrat pada P0 dan P2, serta oksigen terlarut pada seluruh kolam belum memenuhi nilai acuan yang digunakan dalam dokumen sumber. Temuan menggambarkan kecenderungan pada masing-masing kolam dan belum membuktikan efektivitas dosis eco enzyme.
References
Arun, C., & Sivashanmugam, P. (2015). Investigation of biocatalytic potential of garbage enzyme and its influence on stabilization of industrial waste activated sludge. Process Safety and Environmental Protection, 94, 471-478.
Dauhan, R. E. S., Efendi, E., & Suparmono. (2014). Efektivitas sistem akuaponik dalam mereduksi konsentrasi amonia pada sistem budidaya ikan. e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Perairan, 3(1), 2-5.
Djokosetiyanto, D., Sunarma, A., & Widanarni. (2006). Perubahan amonia (NH3-N), nitrit (NO2-N), dan nitrat (NO3-N) pada media pemeliharaan ikan nila merah (Oreochromis sp.) dalam sistem resirkulasi. Jurnal Akuakultur Indonesia, 5(1), 13-20.
Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Kanisius.
Endut, A., Jusoh, A., Ali, N., Wan Nik, W. B., & Hassan, A. (2009). Effect of flow rate on water quality parameters and plant growth of water spinach (Ipomoea aquatica) in an aquaponic recirculating system. Desalination and Water Treatment, 5(1-3), 19-28. https://doi.org/10.5004/dwt.2009.559
Galintin, O., Rasit, N., & Hamzah, S. (2021). Production and characterization of eco enzyme produced from fruit and vegetable wastes and its influence on the aquaculture sludge. Biointerface Research in Applied Chemistry, 11(3), 10205-10214. https://doi.org/10.33263/BRIAC113.1020510214
Kusumawati, A. A., Suprapto, D., & Haeruddin. (2018). Pengaruh ekoenzim terhadap kualitas air dalam pembesaran ikan lele (Clarias gariepinus). Journal of Maquares, 7, 307-314.
Manunggal, A., Hidayat, R., Mahardiko, A., Sari, T. E. Y., & Hadiroseyani, Y. (2018). Kualitas air dan pertumbuhan pembesaran ikan patin dengan teknologi biopori di lahan gambut. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 12(1), 11-19. https://doi.org/10.33378/jppik.v12i1.97
Mulqan, M., Rahimi, S. A. E., & Dewiyanti, I. (2017). Pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila gesit (Oreochromis niloticus) pada sistem akuaponik dengan jenis tanaman yang berbeda. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 2(1), 183-193.
Republik Indonesia. (2001). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Rochyani, N., Utpalasari, R. L., & Dahliana, I. (2020). Analisis hasil konversi eco enzyme menggunakan nanas (Ananas comosus) dan pepaya (Carica papaya L.). Jurnal Redoks, 5(2), 135-140. https://doi.org/10.31851/redoks.v5i2.5060
Standar Nasional Indonesia. (2014). SNI 7548:2014 Produksi ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus, Sauvage 1878) ukuran konsumsi di kolam dalam. Badan Standardisasi Nasional.
Tjahjo, D. W. H., & Purnamaningtyas, S. E. (2008). Kajian kualitas air dalam evaluasi pengembangan perikanan. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 14(1), 15-30.
Zidni, I., Iskandar, Rizal, A., Andriani, Y., & Ramadan, R. (2019). Efektivitas sistem akuaponik dengan jenis tanaman yang berbeda terhadap kualitas air media budidaya ikan. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 9(1), 81-94.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
