HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU AGRESIF VERBAL PADA REMAJA SMP
DOI:
https://doi.org/10.26877/psikoedukasia.v4i1.3139Abstract
Penelitian ini didorong oleh meningkatnya prevalensi perilaku agresif verbal di sekolah, seperti penggunaan kata-kata kasar, mengejek, menghina, dan berteriak, yang dapat mengganggu kenyamanan belajar dan hubungan sosial siswa. Salah satu kemampuan yang dianggap esensial adalah empati dalam kehidupan sosial. Empati berperan dalam perkembangan perilaku prososial, yang meliputi membantu dan mendukung orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara empati dan perilaku agresif verbal pada siswa kelas delapan di SMP Negeri 10 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi 222 siswa dan sampel 160 siswa yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi skala empati dan skala perilaku agresif verbal. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif dan uji korelasi. Hasil analisis korelasi product-moment menunjukkan koefisien korelasi -0,440 dengan signifikansi 0,000. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara empati dan perilaku agresif verbal. Artinya, semakin tinggi empati siswa, semakin rendah perilaku agresif verbal mereka. Sebaliknya, semakin rendah empati siswa, semakin tinggi perilaku agresif verbal mereka. Hasil ini menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai empati sebagai upaya pencegahan perilaku agresif di sekolah.

