Hubungan Dukungan Sosial dengan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Kota Semarang
DOI:
https://doi.org/10.26877/psikoedukasia.v4i1.3163Keywords:
dukung sosial, mahasiswa tingkat akhir, quarter life crisisAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya dinamika psikologis yang dialami mahasiswa tingkat akhir di Kota Semarang, khususnya yang berkaitan dengan quarter life crisis seperti kecemasan terhadap masa depan, perasaan tertinggal, serta tekanan sosial dan akademik. Kondisi tersebut menuntut adanya faktor pelindung yang mampu membantu mahasiswa menghadapi fase transisi menuju kedewasaan, salah satunya melalui dukungan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan sosial dan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 100 responden mahasiswa tingkat akhir yang dipilih melalui pengambilan data secara daring. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dan quarter life crisis dengan nilai koefisien korelasi r = -0,615 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, semakin rendah tingkat quarter life crisis yang dialami. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial memiliki peran penting sebagai faktor pelindung psikologis dalam membantu mahasiswa tingkat akhir menghadapi tekanan dan ketidakpastian pada masa transisi menuju kedewasaan.

