PENGALAMAN KORBAN CYBERBULLYING: STUDI FENOMENOLOGI PADA MAHASISWA
DOI:
https://doi.org/10.26877/psikoedukasia.v4i1.3308Keywords:
cyberbullying, mahasiswa, pengalaman subjektifAbstract
Perkembangan teknologi digital menjadikan ruang daring sebagai bagian penting dalam kehidupan mahasiswa, namun juga memunculkan fenomena cyberbullying yang berdampak pada kesejahteraan psikologis. Penelitian ini penting dilakukan karena cyberbullying pada mahasiswa sering kali dipahami secara umum, sementara pengalaman subjektif korban belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa memaknai pengalaman mereka sebagai korban cyberbullying. Secara konseptual, penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa cyberbullying merupakan pengalaman hidup yang bermakna dan memengaruhi cara mahasiswa memandang diri dan relasi sosialnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan penelitian terdiri dari tiga mahasiswa yang pernah mengalami cyberbullying, yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan tahapan IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying dimaknai sebagai pengalaman emosional yang menyakitkan, mendorong penarikan diri, serta membentuk pemaknaan ulang terhadap diri dan relasi sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman berbasis pengalaman korban dalam upaya pencegahan dan penanganan cyberbullying di perguruan tinggi.

