PEREMPUAN DAN KEKERASAN DALAM NOVEL SERIBU MUSIM MERINDUIMU KARYA ISTIQOMAH
DOI:
https://doi.org/10.26877/teks.v11i1.2414Keywords:
kekerasan; novel; perempuanAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah, 2) kekerasan yang dialami oleh tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah, dan 3) kekerasan yang dilakukan oleh tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan intrinsik, menggunakan obyek material novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah dan obyek formal teori kekerasan Johan Galtung. Ada empat hal penting dari hasil penelitian ini. Pertama, tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah adalah Reysa dan Merry sebagai tokoh utama perempuan, serta Bu Aisyah, Winda, dan Niar sebagai tokoh tambahan perempuan. Kedua, tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah mengalami kekerasan dan juga melakukan kekerasan. Ketiga, tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah mengelami kekerasan dalam bentuk dikatakan bodoh, dicaci, diberi label, diludahi, ditatap sinis, dipaksa dijodohkan, disisihkan, diseret, dikhianati, dan dipaksa makan. Keempat, tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah melakukan kekerasan dalam bentuk marah, berteriak, memukul, mengumpat dan mencaci, memberi label, mengancam, mendelik dan menuding, menatap sinis, meludahi wajah, dan melempar. Menurut teori kekerasan Johan Galtung, kekerasan yang dialami dan dilakukan tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu adalah kekerasan langsung dalam bentuk verbal dan nonverbal.
References
Abdurrakhman, A. (2021). Kekerasan terhadap Perempuan: Suatu Kajian Perlindungan Berdasarkan Hukum Positif di Indonesia. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(1), 115–122. Diambil dari https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPP
Asriningsari, A., & Umaya, N. M. (2016). jendela kritik sastra. Semarang: percetakan lontar media
Ch. Megawati Tirtawinata, M. (2022, Juli 12). article. Dipetik Maret 23, 2024, dari Character Building BINUS University: https://binus.ac.id/character-building/2022/07/membangun-kepercayaan/
Eriyanti, L. D. (2017). Pemikiran Johan Galtung Tentang Kekerasan dalam Perspektif Feminisme. Jurnal Hubungan Internasional, 6(1), 27–37. Diambil dari https://journal.umy.ac.id/index.php/jhi/article/view/3003/3110
Galtung, J. (1969). Violence, Peace, and Peace Research. Journal of Peace Research, Vol. 6, No. 3 (1969), pp. 167-191 (25 pages), 6(3), pp. 167-191. Retrieved Juli 11, 2024, from JSTOR: https://www.jstor.org/stable/422690
Gusty, N. (2023). Kekerasan Perempuan Pada Tokoh Utama dalam Novel Tuhan Lindungi Mahkotaku: Kajian Feminisme. Kode : Jurnal Bahasa, 12(2), 80–96. https://doi.org/10.24114/kjb.v12i2.47320
Istiqomah. (2020). Seribu Musim Merinduimu (1 ed.). (R. R. Hudha, Ed.) Surabaya, Jawa Timur: CV. Pustaka Media Guru.
(KBBI), K. B. (n.d.). Retrieved Januari 1, 2024, from https://kbbi.web.id/caci%20maki
KemenPPPA. (2024, Januari 1). SIMFONI PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak). Retrieved Januari 13, 2024, from https://kekerasan.kemenpppa.go.id: https://kekerasan.kemenpppa.go.id/register/login
KOMNAS PEREMPUAN (2023). Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558907/
Laily, S. N., Werdingingsih, Y. K., & Zaidah, N. (2022). Kekerasan terhadap Tokoh Perempuan dalam Novel Prasetyane Wanita Karya Tulus Setiyadi Kajian Feminisme. JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya, 3(2), 16–28. https://doi.org/10.26877/jisabda.v3i2.11350
Nisai, H., & Santoso, M. D. (2007). Pengambilan keputusan oleh Remaja Perempuan.
Novi, P. hardiana, Radhiah, & Syahriandi. (2021). Kekerasan Verbal pada Tokoh Perempuan dalam Novel Kasidah-Kasidah Cinta karya Muhammad Muhyiddin ( Kajian Ketidakadilan Gender ). Aliterasi, 1(02), 116–124.
Novita, D., Mardian, M., & Mulyani, S. (2019). Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Novel Nyonya Jetsetkarya Alberthiene Endah. Cakrawala …, (3), 39–48. Diambil dari https://journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/Cling/article/view/1297%0Ahttps://journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/Cling/article/viewFile/1297/1034
Nurhasanah, N., Siwi, P., & Pawiro, M. A. (2023). Love and Belonging Needs in Istiqomah’S Novel Seribu Musim Merinduimu. Journal of Language, 5(1), 120–126. https://doi.org/10.30743/jol.v5i1.6900
Rismawati, R. (2019). Kekerasan terhadap Perempuan dalam Novel Arafat Nur. Metamorfosa, 7(1), 59–74.
Rofiqoh, R. A., Zaidah, N., & Werdiningsih, Y. K. (2021). Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Novel Kupu Wengi Mbangun Swarga Karya Tulus Setiyadi (Kajian Feminisme Sastra). JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya, 2(2), 31–43. https://doi.org/10.26877/jisabda.v2i2.7747
Setiawati, V. S., Tjandrasih Adji, F., & Endah Peni Adji, S. (2022). Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung. Jurnal Bastrindo, 3(2), 171–179. https://doi.org/10.29303/jb.v3i2.827
Wachyudin, W., & Deliani, A. O. (2023). Aspek Sosial dalam Naskah Drama RT Nol RW Nol Berdasarkan Sosiologi Sastra Ian Watt. Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 7(2), 104–111. https://doi.org/10.29407/jbsp.v7i2.20432
Windhu, I. M. (1992). Kekuasaan dan Kekerasan Menurut Johan Galtung. Yogyakarta: Kanisius.
Zulkhairi, Z., Arneliwati, A., & Nurchayati, S. (2019). Studi Deskriptif Kualitatif: Persepsi Remaja Terhadap Perilaku Menyimpang. Jurnal Ners Indonesia, 9(1), 145. https://doi.org/10.31258/jni.8.2.145-157




