Constructing Self-Identity Through Genealogy: An Ethnoparenting Study on Preventing “Kepaten Obor” during Javanese Riyoyoan
DOI:
https://doi.org/10.26877/paudia.v15i3.3641Keywords:
Ethnoparenting, Family Genealogy, Riyoyoan, Early Childhood, Kepaten OborAbstract
This study explores ethnoparenting strategies used by parents to introduce family genealogy to young children during Riyoyoan (Eid al-Fitr) in Mojokerto. Using a qualitative approach with a narrative inquiry design, data were collected through in-depth interviews, passive participant observation, and reflective journals involving six participants. The findings indicate that introducing family genealogy is an effort to prevent “kepaten obor,” a Javanese concept referring to the loss of ancestral continuity and intergenerational kinship ties. The strategies included using the grandmother’s house as a shared memory center (place attachment), teaching kinship terms such as Pakdhe and Budhe to foster social etiquette, limiting gadget use to strengthen face-to-face interaction, and using visual media, such as old photographs, alongside grave visitation rituals. This study contributes to understanding traditional holidays as natural learning environments for strengthening children’s interpersonal intelligence, sense of belonging, and mental resilience. For early childhood educators, the findings provide a conceptual reference for integrating ancestral values into local wisdom-based curricula through programs such as “Genealogy Day.”
References
Alfaeni, D. K. N., & Rachmawati, Y. (2023). Etnoparenting: Pola pengasuhan alternatif masyarakat Indonesia. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(1), 51–60. https://doi.org/10.31004/aulad.v6i1.432
Anto, A. H. F., Azizah, A. N., Al Musyaawi, M. I. S., & Hamdani, A. R. (2023). Dinamika pola komunikasi orang tua dan anak: Sebuah literatur review tersistematis. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam, 20(2), 650–673. https://doi.org/10.18860/psikoislamika.v20i2.21827
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Febrianti, M., Salsabila, A., Umar, M. A., Octamaya, A., & Awaru, T. (2023). Pengaruh dukungan orang tua terhadap pendidikan anak [The influence of the role of parents on children’s education]. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(11), 505–508. https://doi.org/10.5281/zenodo.10325628
Handayani, P., Tji, J., Salsabilla, F. T., Morin, S., Syahrunia, T., Ardhia, S., & Rusli, V. A. (2024). Hilangnya budaya lokal di era modern dan upaya pelestariannya dalam perspektif Pancasila. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 178–188.
Hasanah, S. N., Putriyanti, L., & Sulianto, J. (2025). Peran pendidik dalam mengoptimalkan kemampuan berbahasa pada anak speech delay. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(6), 2580–2589. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i6.7032
Humairo, S., & Widayat, I. W. (2025). Analisis peran lingkungan keluarga dalam perkembangan psikologis anak. Repository Universitas Airlangga.
Ismail, M. K., Hayati, A., & Setijanti, P. (2023). Manifestasi struktur keluarga besar pada guna ruang domestik hunian multigenerasi. MODUL, 23(1), 10–21. https://doi.org/10.14710/mdl.23.1.2023.10-21
Jahdiah, J. (2022). Nilai-nilai kearifan lokal dalam pola pengasuhan anak masyarakat Banjar: Kajian etnolinguistik. PRASASTI: Journal of Linguistics, 7(2), 166. https://doi.org/10.20961/prasasti.v7i2.65642
Jailani, M. S. (2014). Teori pendidikan keluarga dan tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 245–260. https://doi.org/10.21580/nw.2014.8.2.580
Jamal, S. (2017). Sosialisasi nilai-nilai kultural dalam keluarga: Studi perbandingan sosial-budaya bangsa-bangsa. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 7(1), 698–711. https://doi.org/10.14710/sabda.v7i1.13256
Kamarusdiana, K. (2019). Studi etnografi dalam kerangka masyarakat dan budaya. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-I, 6(2), 113–128. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v6i2.10975
Knauft, B. M. (2017). What is genealogy? An anthropological/philosophical reconsideration. Genealogy, 1(1), Article 5. https://doi.org/10.3390/genealogy1010005
Kusumawati, R., Abbas, N., & Azizah, A. (2024). Peran keluarga dan teman sebaya dalam membentuk identitas sosial. JSPH: Jurnal Sosial Politik Humaniora, 1(1), 24–32. https://doi.org/10.59966/jsph.v1i1.1015
Low, S. M., & Altman, I. (1992). Place attachment. In I. Altman & I. M. Low (Eds.), Place attachment (pp. 1–12). Plenum Press.
Maulani, S., Faridah, F., Putri, P., & Ardiansyah, D. (2025). Peran cerita rakyat dalam membentuk karakter anak. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 6(1), 394–400. https://doi.org/10.54373/imeij.v6i1.2495
Ningsih, S. (2016). Mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini melalui permainan tradisional (Studi kasus di TK Al-Akhyar Purwakarta kelompok B). Tunas Siliwangi, 2(1), 30–47. https://doi.org/10.22460/ts.v2i1p30-47.307
Nisa, A. R., Patonah, P., Prihatiningrum, Y., & Rohita, R. (2021). Perkembangan sosial emosional anak usia 4–5 tahun: Tinjauan pada aspek kesadaran diri anak. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 4(1), 1–7. https://doi.org/10.36722/jaudhi.v4i1.696
Novia, B. O. N., & Rachmawati, Y. (2025). Analysis of parenting in shaping character in early childhood. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 14(1), 1–12. https://doi.org/10.26877/paudia.v14i1.1102
Novitawati, & Permatasari, N. (2022). Psikologi perkembangan anak usia dini. Ahlimedia Press.
Nurjanah, N. E., Jalal, F., & Supena, A. (2023). Studi kasus fatherless: Peran ayah dalam pengasuhan anak usia dini. Jurnal Kumara Cendekia, 11(3), 261–270. https://doi.org/10.20961/kc.v11i3.77789
Pranowo, Y. (2018). Genealogi moral menurut Foucault dan Nietzsche: Beberapa catatan. MELINTAS, 33, 52–69. https://doi.org/10.26593/mel.v33i1.2954.52-69
Prawening, C., & Aprida, A. L. M. (2021). Etno parenting dalam tradisi keluarga: Studi kasus keluarga Samsul Hidayat. In Proceedings of the 5th Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (pp. 32–39).
Purnama, D. N. P., & Tobing, D. H. (2024). Resiliensi pada remaja dengan latar belakang keluarga broken home. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(1), 1390–1404. https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Putri, R. A., Mawaddah, S., Bancin, M., & Putri, H. (2023). Peran penting dan manfaat keterlibatan orang tua di PAUD: Membangun pondasi pendidikan anak yang kokoh. AL-HANIF: Jurnal Pendidikan Anak dan Parenting, 3(1), 42–49. https://doi.org/10.30596/al-hanif.v3i1.15981
Rahmawati, S., & Suwardi, S. (2019). Pengaruh nilai-nilai kearifan lokal terhadap pola pengasuhan anak usia dini (AUD). Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 5(2), 87–92. https://doi.org/10.36722/sh.v5i2.347
Salamah, A., Sunarti, E., & Riany, Y. E. (2023). Pengaruh tipologi keluarga dan lingkungan ramah keluarga terhadap resiliensi dewasa awal pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 16(3), 199–212. https://doi.org/10.24156/jikk.2023.16.3.199
Sudaryanti, S. (2014). Mendidik anak menjadi manusia yang berkarakter. Jurnal Pendidikan Anak, 3(2), 506–517. https://doi.org/10.21831/jpa.v3i2.11706
Susanto, D., Risnita, R., & Jailani, M. S. (2023). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ilmiah. Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60
Sutikna, N. (1996). Keterasingan manusia dalam historisitas: Sebuah telaah kritis terhadap konsep manusia menurut Erich Fromm. Jurnal Filsafat, 25, 34–46. https://doi.org/10.22146/jf.31632
Suyatno. (2018). Sakralitas dalam tradisi budaya Jawa. Lakon: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Wayang, 15(2), 69–75.
Ulfa, M., & Ulum, M. (2025). Implementasi pendidikan karakter berbasis budaya sekolah dalam meningkatkan akhlak mulia siswa. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(1), 497–505. https://doi.org/10.23960/simbol.v13i1.649
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes (M. Cole, V. John-Steiner, S. Scribner, & E. Souberman, Eds.). Harvard University Press.
Wahidah, W., Formen, A., & Pranoto, Y. K. S. (2025). Early childhood literacy stimulation by parents: Systematic literature review. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 14(2), 376–392. https://doi.org/10.26877/paudia.v14i2.1380
Wijaya, Y. D., & Larasati, A. (2025). Pengaruh emosi terhadap efektivitas komunikasi interpersonal. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 10(7), 8802–8811. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v10i7.60742
Winursiti, N. M., Sapriya, S., & Supriatna, E. (2025). Eksistensi tradisi dan sastra lisan sebagai media pendidikan masyarakat Baduy Luar di era globalisasi. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 7(2), 253–261. https://doi.org/10.23887/jabi.v7i2.89540
Wiratri, A. (2018). Menilik ulang arti keluarga pada masyarakat Indonesia (Revisiting the concept of family in Indonesian society). Jurnal Kependudukan Indonesia, 13(1), 15–26.
Zahrika, N. A., & Andaryani, E. T. (2023). Kurikulum berbasis budaya untuk sekolah dasar: Menyelaraskan pendidikan dengan identitas lokal. Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 3(2), 163–169. https://doi.org/10.57251/ped.v3i2.1124
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nadila Putri Andini, Suharti Suharti, Mallevi Agustin Ningrum, Dhian Gowinda Luh Safitri, Kartika Rinakit Adhe, Budi Purwoko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




