tools
Sertifikat Akreditasi Sinta 3
KEBIJAKAN PENGGUNAAN KECERDASAN ARTIFISIAL (AI)
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
PAUDIA: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini memperbolehkan penggunaan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu penelitian dan penulisan artikel ilmiah selama digunakan secara bertanggung jawab.
Penggunaan AI tidak boleh menggantikan pemikiran kritis, analisis ilmiah, dan tanggung jawab manusia. Penulis, reviewer, dan editor tetap bertanggung jawab atas pekerjaan, penilaian, dan keputusan masing-masing.
Kebijakan ini berlaku bagi penulis, reviewer, dan editor yang terlibat dalam proses publikasi di PAUDIA.
AI dalam kebijakan ini mencakup alat yang dapat membantu menghasilkan atau mengubah teks, gambar, data, kode, dan konten lainnya. Contohnya adalah ChatGPT, Google Gemini, Microsoft Copilot, dan alat sejenis.
Penulis boleh menggunakan AI untuk membantu penulisan artikel, misalnya untuk memperbaiki bahasa, menerjemahkan teks, meringkas literatur, atau menyusun struktur tulisan.
Namun, penulis wajib:
a. Memastikan bahwa artikel tetap mencerminkan pemikiran, analisis, dan kontribusi ilmiah penulis sendiri.
b. Memeriksa kebenaran informasi yang dihasilkan oleh AI sebelum menggunakannya dalam artikel.
c. Memastikan bahwa semua referensi dan sitasi benar-benar ada serta sesuai dengan sumber aslinya.
d. Memastikan bahwa penggunaan AI tidak melanggar hak cipta, hak kekayaan intelektual, atau kerahasiaan pihak lain.
e. Menjaga keamanan data penelitian dan informasi pribadi yang dimasukkan ke dalam alat AI.
f. Memeriksa kembali hasil penggunaan AI dan bertanggung jawab atas isi akhir artikel.
Contoh penggunaan yang diperbolehkan:
Meminta AI membantu memperbaiki tata bahasa sebuah paragraf.
Meminta AI menerjemahkan teks dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.
Meminta AI membantu menyusun kerangka pendahuluan yang kemudian dikembangkan dan diperiksa oleh penulis.
Penulis tidak boleh langsung menggunakan hasil AI tanpa memeriksa kebenaran, ketepatan, dan kesesuaiannya dengan penelitian.
Jika AI digunakan dalam proses penelitian, penulis wajib menjelaskan penggunaannya dalam bagian Metode artikel.
Penjelasan tersebut perlu memuat:
a. Nama alat AI yang digunakan dan versinya jika tersedia.
b. Tujuan penggunaan AI dalam penelitian.
c. Cara AI digunakan dalam proses penelitian.
d. Cara penulis memeriksa kebenaran hasil yang diberikan oleh AI.
e. Langkah yang dilakukan untuk menjaga keamanan dan keakuratan data penelitian.
Contoh:
Seorang peneliti melakukan wawancara dengan guru PAUD, kemudian menggunakan AI untuk membantu mengelompokkan jawaban wawancara ke dalam beberapa tema. Peneliti tersebut wajib menjelaskan penggunaan AI dalam bagian Metode, termasuk alat yang digunakan dan cara memeriksa kembali hasil pengelompokan tersebut.
Sebaliknya, jika AI hanya digunakan untuk menerjemahkan paragraf artikel setelah penelitian selesai, penggunaannya cukup dijelaskan dalam deklarasi AI pada bagian yang telah ditentukan.
AI tidak boleh digunakan untuk membuat atau memalsukan data, hasil penelitian, maupun referensi. Penulis tetap bertanggung jawab atas kebenaran metode, hasil, dan kesimpulan penelitian.
AI tidak boleh dicantumkan sebagai penulis atau penulis bersama dalam artikel PAUDIA.
Penulis yang tercantum dalam artikel harus merupakan manusia yang memenuhi persyaratan kepengarangan dan mampu mempertanggungjawabkan kontribusinya.
Penggunaan AI tidak boleh menggantikan kontribusi intelektual penulis. Artikel harus tetap mencerminkan analisis, pemikiran kritis, dan kontribusi ilmiah penulis sendiri.
Penulis juga wajib mematuhi kebijakan plagiarisme, etika publikasi, dan integritas penelitian yang berlaku di PAUDIA.
Setiap artikel yang dikirimkan ke PAUDIA wajib memiliki deklarasi penggunaan AI, baik penulis menggunakan maupun tidak menggunakan AI.
Deklarasi ini ditempatkan dalam bagian tersendiri sebelum Daftar Pustaka dengan judul:
Pernyataan Penggunaan AI Generatif dan Teknologi Berbantuan AI dalam Persiapan Manuskrip
Jika penulis menggunakan AI untuk membantu menulis, menerjemahkan, meringkas, atau menyusun konten artikel, penulis wajib menyebutkan nama alat AI dan tujuan penggunaannya.
Penggunaan AI yang hanya terbatas pada pemeriksaan dasar ejaan, tata bahasa, dan tanda baca tidak perlu disebutkan secara khusus. Namun, deklarasi AI tetap wajib dicantumkan.
Penulis dapat menggunakan salah satu contoh berikut.
a. Jika menggunakan AI
Contoh: penulis menggunakan ChatGPT untuk membantu menerjemahkan dan memperbaiki bahasa artikel.
“Dalam proses persiapan artikel ini, penulis menggunakan ChatGPT untuk membantu menerjemahkan dan memperbaiki bahasa. Penulis telah memeriksa hasil penggunaan AI dan bertanggung jawab penuh atas isi akhir artikel.”
Penulis harus menyesuaikan pernyataan tersebut dengan alat dan tujuan penggunaan AI yang sebenarnya.
b. Jika tidak menggunakan AI
“Penulis menyatakan bahwa AI generatif dan teknologi berbantuan AI tidak digunakan dalam proses persiapan artikel ini.”
Deklarasi harus sesuai dengan penggunaan AI yang sebenarnya. Penulis tidak boleh menyatakan bahwa AI tidak digunakan apabila AI telah digunakan untuk membantu penulisan atau persiapan artikel.
Jika AI digunakan dalam proses penelitian atau analisis data, penulis juga wajib menjelaskan penggunaannya dalam bagian Metode.
Penulis bertanggung jawab atas kebenaran dan keaslian seluruh gambar, ilustrasi, grafik, dan visualisasi data dalam artikel.
Ketentuan penggunaan AI adalah sebagai berikut.
a. Gambar Penjelas dan Diagram Konseptual
AI boleh digunakan untuk membantu membuat ilustrasi penjelas atau diagram konseptual. Penggunaannya harus disebutkan dalam keterangan gambar dan deklarasi AI.
Contoh: penulis menggunakan AI untuk membuat ilustrasi konseptual tentang tahapan pembelajaran anak usia dini.
b. Grafik dan Visualisasi Data
Grafik dan visualisasi data harus didasarkan pada data penelitian yang sebenarnya. AI tidak boleh digunakan untuk membuat data palsu atau mengubah hasil penelitian agar terlihat berbeda dari hasil sebenarnya.
c. Foto dan Bukti Penelitian
AI tidak boleh digunakan untuk membuat atau mengubah foto observasi, gambar eksperimen, atau bukti penelitian sehingga memberikan gambaran yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Contoh: penulis tidak boleh menggunakan AI untuk menambahkan perilaku anak yang sebenarnya tidak terjadi ke dalam foto dokumentasi penelitian.
d. Abstrak Grafis (Graphical Abstract) dan Ilustrasi Sampul
Penggunaan AI generatif untuk membuat abstrak grafis (graphical abstract) atau ilustrasi sampul jurnal harus memperoleh persetujuan editor terlebih dahulu.
e. Pengungkapan Penggunaan AI
Jika AI digunakan untuk membuat gambar atau ilustrasi, penulis wajib menjelaskan penggunaannya dalam keterangan gambar yang relevan.
Penulis juga wajib memastikan bahwa gambar tidak melanggar hak cipta, privasi, atau hak partisipan penelitian. Perhatian khusus harus diberikan pada foto anak dan gambar lain yang dapat mengungkapkan identitas partisipan.
Dalam penelitian yang melibatkan beberapa penulis, seluruh penulis harus mengetahui penggunaan AI yang dapat memengaruhi isi, analisis, atau hasil penelitian.
Penulis korespondensi bertanggung jawab memastikan bahwa deklarasi AI telah dicantumkan dengan benar dan seluruh penulis menyetujui artikel yang dikirimkan ke PAUDIA.
Reviewer wajib menjaga kerahasiaan manuskrip dan seluruh informasi yang diperoleh selama proses penelaahan.
Reviewer dilarang mengunggah atau memasukkan manuskrip, bagian manuskrip, data penelitian, maupun materi rahasia lainnya ke dalam alat AI.
Informasi dari manuskrip yang belum dipublikasikan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau dibagikan kepada pihak lain.
Reviewer tidak diperbolehkan menggunakan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam proses penelaahan manuskrip, termasuk untuk menganalisis isi manuskrip, menyusun komentar, merumuskan rekomendasi, atau memperbaiki laporan review.
Seluruh penilaian, komentar, dan rekomendasi reviewer harus disusun berdasarkan penelaahan dan pertimbangan ilmiah reviewer sendiri.
Reviewer bertanggung jawab penuh atas objektivitas, akurasi, kerahasiaan, dan kualitas laporan review yang disampaikan kepada editor.
Reviewer wajib memberikan penilaian yang objektif, profesional, dan berdasarkan pertimbangan ilmiah sendiri.
Jika menemukan dugaan pelanggaran etika atau penyalahgunaan AI, reviewer harus menyampaikannya kepada editor.
Editor wajib menjaga kerahasiaan manuskrip, data penelitian, laporan reviewer, dan komunikasi editorial.
Editor dilarang mengunggah atau memasukkan manuskrip maupun informasi editorial yang bersifat rahasia ke dalam alat AI eksternal.
Ketentuan ini bertujuan melindungi karya penulis yang belum dipublikasikan dan menjaga kerahasiaan proses editorial.
Editor boleh menggunakan AI secara terbatas untuk membantu pekerjaan administratif atau kebahasaan, selama tidak memasukkan manuskrip atau informasi rahasia ke dalam alat AI.
AI tidak boleh menggantikan penilaian editor terhadap kualitas penelitian, hasil review, maupun keputusan penerimaan atau penolakan artikel.
Editor tetap bertanggung jawab atas seluruh keputusan dan komunikasi editorial.
Editor wajib memastikan bahwa penggunaan AI tidak mengganggu kerahasiaan, objektivitas, dan integritas proses penelaahan.
Penggunaan AI yang relevan dalam pekerjaan editorial perlu didokumentasikan apabila diperlukan sesuai dengan prosedur jurnal.
Editor wajib menindaklanjuti dugaan pelanggaran kebijakan ini sesuai dengan prosedur etika publikasi PAUDIA.
PAUDIA berhak meminta penjelasan atau dokumentasi mengenai penggunaan AI apabila diperlukan untuk memeriksa kepatuhan terhadap kebijakan ini.
Setiap pelanggaran yang terbukti dapat menjadi dasar penolakan manuskrip. Pelanggaran meliputi, tetapi tidak terbatas pada:
a. Tidak mencantumkan deklarasi AI yang diwajibkan.
b. Menggunakan AI untuk membuat atau memalsukan data, hasil penelitian, atau referensi.
c. Menyajikan informasi yang dihasilkan AI sebagai fakta tanpa pemeriksaan yang memadai sehingga menyesatkan pembaca.
d. Menggunakan AI dengan cara yang melanggar hak cipta, kerahasiaan, atau hak partisipan penelitian.
e. Mengunggah manuskrip atau informasi rahasia ke alat AI oleh reviewer atau editor.
f. Menggunakan AI untuk menggantikan penilaian ilmiah reviewer atau keputusan editorial.
g. Melanggar ketentuan lain yang dapat mengganggu integritas penelitian atau proses publikasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, PAUDIA dapat meminta klarifikasi, meminta perbaikan, menolak manuskrip, atau mengambil tindakan pascapublikasi sesuai dengan jenis pelanggaran dan prosedur etika publikasi yang berlaku.
Keputusan diambil oleh pihak editorial yang berwenang berdasarkan bukti yang tersedia. Pihak yang diduga melakukan pelanggaran dapat diminta memberikan penjelasan sesuai dengan prosedur jurnal.
PAUDIA akan meninjau kebijakan ini secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi AI, standar penerbitan ilmiah, etika penelitian, dan peraturan yang berlaku.
Perubahan kebijakan dapat dilakukan apabila diperlukan untuk memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab, transparan, dan etis dalam proses publikasi ilmiah.
Journal Information
PAUDIA Journal by PG-PAUD UPGRIS [e-ISSN: 2598-4047, p-ISSN: 2089-1431] is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.