Peran Guru dalam Membangun Kemandirian Melalui Kegiatan Daily Lifepada Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.26877/paudia.v15i3.4209Kata Kunci:
Peran Guru, Kemandirian, Anak Usia Dini, Kehidupan Sehari-hariAbstrak
Kemandirian merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu dibangun melalui pengalaman dan rutinitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran guru dalam menumbuhkan kemandirian anak melalui aktivitas berpakaian, makan, dan merapikan barang di RA Al-Hidayah, UIN Walisongo Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan guru kelas dan anak sebagai informan utama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menumbuhkan kemandirian melalui keteladanan, pertanyaan pemancing, scaffolding, penguatan positif, dan kolaborasi dengan keluarga. Anak secara konsisten menunjukkan perilaku mandiri, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan dalam rutinitas harian, seperti merapikan barang dan membersihkan tumpahan secara mandiri. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi interaksi dialogis selama rutinitas dengan sinergi sekolah dan keluarga. Temuan ini memperkuat praktik pendidikan anak usia dini dalam mengembangkan kemandirian, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.
Referensi
Aliyah, N., Anugrah, Y. F., & Enjang, E. (2025). Improving the self-confidence of early childhood children through Market Day activities. Lamahu: Journal of Integrated Community Service, 4(1), 55–62. https://doi.org/10.37905/ljpmt.v4i1.30475
Amanda, P. C., Atikah, C., & Yuniarti, T. E. (2019). The role of teachers in optimizing the independence of 4–5-year-old children at Nusantara Islamic Kindergarten. Journal of Early Childhood Education Research and Development, 6(2), 173–182. https://doi.org/10.30870/JPPPAUD.V6I2.7405
Aprilia, A. R., & Rohita, R. (2022). Kegiatan practical life: Upaya penanaman kemandirian pada anak usia 3–4 tahun. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 4(2), 48–55. https://doi.org/10.36722/jaudhi.v4i2.829
Arsyiah, N. (2019). The role of teachers in fostering independence in 3- to 4-year-old children at Tunas Muda I IKKT Palmerah Preschool, West Jakarta [Undergraduate thesis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta]. Institutional Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/45136
Az Zahra, H. (2024). Teachers’ efforts and obstacles in fostering Islamic character in children at the Ulil Albab Candi Karang Islamic Education Center [Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia]. UII Institutional Repository. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/51342
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Bredekamp, S. (2014). Effective practices in early childhood education: Building a foundation (2nd ed.). Pearson.
Bronfenbrenner, U. (2004). Making human beings human: Bioecological perspectives on human development. SAGE Publications.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Febriandani, R., Yetti, E., & Utami, A. D. (2025). Exploring science literacy for early childhood. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 14(1), 24–37. https://doi.org/10.26877/paudia.v14i1.1118
Febriantini, A., Salsabila, A. F., Naila, N. S., & Emilia, E. (2025). The role of early childhood education teachers in fostering leadership and independence in children through play and learning activities. Jurnal Cahaya Edukasi, 2(2), 137–143. https://doi.org/10.63863/jce.v3i2.101
Hardianti, H., & Kristiana, D. (2024). Penerapan pembelajaran practical life dalam menstimulasi kemandirian anak di Pocenter. INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan), 2(1), 38–45.
Irawati, L., & Susanti, D. (2024). Differences in executive function in children who began early childhood education at ages 2 and 4 in Banten Province. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(9), 10140–10147.
Khakim, M. L., & Astutik, A. P. (2024). The application of the drill method in character building for children through a positive school culture. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 11(1), 991–1003.
Khasanah, N. (2025). Implementation of classroom management in developing innovative learning activities for early childhood students at KB Bhakti Ananda Panjang Wetan, North Pekalongan [Undergraduate thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan]. Institutional Repository UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. http://etheses.uingusdur.ac.id/13586/
Labiibah, A. M., Muthohar, S., & Fatmawati, N. M. (2026). Life skills learning: Washing lunch boxes as an effort to build responsibility in early childhood. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 15(1), 19–35. https://doi.org/10.26877/paudia.v15i1.3067
Maesanani, A. (2016). Fostering environmental love behavior among first-grade elementary school students: A qualitative study at SDIT Darul Abidin Beji Timur, Depok [Thesis, Universitas Negeri Jakarta]. http://repository.unj.ac.id/25297/
Meisaroh, A., & Salim, A. (2024). Implementasi program practical life untuk meningkatkan kemandirian anak usia 3–4 tahun. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 1145–1159. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i1.589
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Montessori, M. (1912). The Montessori method: Scientific pedagogy as applied to child education in “The children’s houses,” with additions and revisions by the author. Frederick A. Stokes Company.
Nuriyadi, N., Harsono, A. M. B., Suriansyah, A., Asrani, A., & Ferdiyansyah, A. (2024). Strategi komunikasi guru untuk mendorong keterlibatan orang tua dalam proses belajar. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, 2(2), 684–690.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). SAGE Publications.
Raihana, R. (2025). Implementation of practical life activities in schools to stimulate independence and problem-solving skills in children aged 5–6 years [Thesis, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University]. http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/78930
Rambung, E., Silitonga, H. T. H., & Rahadiyanti, M. (2020). Maintaining children’s health in daycare centers: From medical and interior design perspectives. Universitas Ciputra Repository. https://dspace.uc.ac.id/bitstream/handle/123456789/4593/Content4593.pdf?sequence=4
Santrock, J. W. (2011). Child development (13th ed.). McGraw-Hill.
Sudaryanti, S., Prayitno, P., Arifiyanti, N., & Maharani, O. (2024). Development of motor and social-emotional skills in early childhood using traditional games. Jurnal Pendidikan Anak, 13(1), 114–125.
Sugiyono. (2019). Qualitative, quantitative, and R&D research methods. Alfabeta.
Suwandi, R. C., & Riady, S. (2026). Early childhood teachers’ use of role-play to enhance social-emotional learning: A qualitative study. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 15(2), 382–391. https://doi.org/10.26877/paudia.v15i2.3540
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nadea Dewi Azzahro, Sofa Muthohar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



